Tokoh Wanita Dunia Pejuang Hak Buruh

Selamat Hari Buruh Internasional bagi yang hari ini dapat merasakan liburan dirumah. Semangat untuk kalian yang sedang berjuang dijalanan untuk menunjukan rasa solidaritasnya mengenai aspirasi-aspirasi untuk semua para pekerja di Indonesia. Mengenai hari Buruh yang jatuh pada hari Selasa, 01 Mei 2018, kemeriahan untuk memperingati hari Istimewa ini bagi para pekerja yang berkerja dibidang berbeda-beda ini selalu terasa.

Masih berhubungan dengan Hari Buruh atau May Day, pasti ada nama atau tokoh yang menjadi biang disetiap gerakannya. Menurut penelusuran dari berbagai sumber, terdapat beberapa wanita hebat yang ikut turut berpartisipisi untuk menjadi seorang pejuang buruh di suluruh dunia dan salah satunya tokohnya ada dari Indonesia, yaitu:

  • Clara Zetkin , Clara yang lahir pada tahun 1857 di Jerman dan wafat pada tahun 1933 ini dari dirinya masih kecil, dia sudah melihat kehidupan buruh pabrik yang kurang mampu disekitar tempat tinggalnya. Orangtua terutama ibunya merupakan seorang aktivis feminis yang mendorong Clara untuk melanjutkan kepemimpinan perjuangan dari perempuan. Dirinya menggunakan Newsletter sebagai Media untuk mendukung talentanya dalam memperjuangkan kebebasan perempuan. Dia memiliki Slogan berbunyi “Proletarier aller Lanser, Vereinigt euch” yang artinya seruan untuk para pekerja dari seluruh duniar agar untuk selalu bersatu. Slogan miliknya kini menjadi Moto di Negara Rusia dan muncul pada lambang Negaranya.
Clara Zetkin
  • Sharran Burrow, merupakan seorang seketaris dari jendral konferedasi Serikat Buruh International atau biasa di sebut dengan International Trade Union Conferedation, lahir pada 12 Desember 1954 di New South Warren, Australia. Sharran menjadi perempuan pertama di Sekjen ITUC yang diresmikan pada 2006 lalu. Dia telah melakukan banyak hal untuk bisa memperjuangkan kesejahteraan buruh di berbagai negara dan termasuk di Indonesia. Dia juga telah memperjuangkan perjuangan para buruh selama belasan tahun lamanya. Dia memperjuangkan para buruh karena memang dirinya terlahir dikeluarga yang memiliki keterlibatan dengan para serikat pekerja.
ITUC General Secretary, Sharan Burrow
  • Marsinah, di telinga masyarakat Indonesia tentunya sudah tidak asing lagi jika mendengar nama Marsinah. Dia adalah tokoh wanita pejuang hak buruh Indonesia. Pada tanggal 08 Mei 1993, Marsinah yang hidup di masa Orde Baru di temukan setelah sebelumnya sempat menghilang selama tiga hari. Saat itu kematiannya menjadi salah satu kasus yang memperlihatkan potret buruknya dimasa Orde baru dengan jelas. Dimana saat itu kekerasan seksual terhadap perempuan, penyiksaan sampai merengut nyawa orang lain digunakan demi mempertahankan nama Stabilitas.
Marsinah

 

Kekaguman Megawati Terhadap Risma

Presiden RI ke-5 yang juga menjabat sebagai Ketua Umum dari DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri memberikan sebuah statement bahwasanya dirinya mengagumi dan menyukai Tri Rismaharini. Tri Rismaharini merupakan Wali Kota dari Surabaya. Megawati mengagumi sosok Risma karena ketegasannya. Dia juga setuju saat melihat Risma memarahi bawahannya yang memiliki kinerja yang tidak beraturan.

Pada saat melakukan kunjungannya di Kampung Margorukun, Surabaya, Megawati mengatakan, “Saya suka dan setuju jika Bu Risma itu marah-marah dan cerewet kepada bawahannya, karena sebagai seorang pemimpin memang harus memiliki ketegasan.”

Hal ini di ungkapkannya didepan Tri Rismaharini yang datang bersama dengan Susi Pudjiastuti, Menteri Kelautan dan Perikanan dan Puti Guntur Soekarno yang mencalonkan diri sebagai calon Wakil Gubenur Jawa Timur.

Tri Rismaharini dan Megawati Soekarnoputri

Seperti dikutip oleh Berita Nasional Antara, Megawati berpendapat kalau gaya kepemimpinan dari Risma yang cerewet merupakan cara untuk mengasuh bawahannya dan warganya serta membuat hati masyarakat menjadi tergerak untuk tidak menjadi lemah dalam menjalani sebuah kehidupan saat ini. Sebagai seorang pemimpin memang haruslah tegas dan jangan lemah. Rakyat sangat tidak bisa dan tidak suka jika Pemimpinnya hanya bisa duduk santai saja.

Kota Surabaya kini sangat indah, asri dan hijau dengan memberikan fasilitas sebuah taman yang memiliki perkembangan yang cepat dan luar biasa sehingga dengan perkembangan tersebut menjadikan Kota tersebut memiliki citra positif dan juga berbagai penghargaan atau prestasi, baik didalam maupun diluar negeri, tambah Megawati.

Megawati yang juga Putri Kandung dari Presiden Soekarno ini mengatakan, “Jangan-Jangan nama asli dari Tri Rismaharini ini adalah Rismo. Gayanya sangat mirip dengan laki-laki yang memiliki jiwa yang kuat dan tidak akan pernah diam dalam hal mengurusi sesuatu terutama warganya.

Saya juga sering melakukan kontak dengannya dan menanyakan dirinya dimana, dirinya pasti sedang berada diluar melakukan kegiatannya sendiri. Saya pun heran dengan barang bawaan yang ada di mobil Risma. Risma selalu membawa cangkul, palu, sekop dan juga sepatu boat yang sangat membantu kegiatannya saat berada di luar, ujar Megawati.

Kebersamaan Megawati Soekarnoputri dan Tri Rismaharini mengelilingi taman harmoni Surabaya