Surya Paloh Anggap Jokowi – JK Layak di Pilpres 2019

Jumat, 04 Mei 2018 – Surya Paloh, selaku Ketua Partai Nasdem saat di Plaza Senayan, Jakarta Selatan, beranggapan bahwa Joko Widodo masih layak untuk dipasangkan dengan Jusuf Kalla karena tidak ada yang salah jika keduanya berpasangan kembali dalam pesta demokrasi 2019 nanti.

Terkait kemungkinan Jusuf Kalla akan maju ke Pemilihan Presiden 2019 yang masih terbentur dalam Undang-Undang Dasar, Paloh menyerahkan sepenuhnya kepada penilaian Hakim Makamaj Konstitusi (MK). Periode jabatan untuk Presiden dan Wakil Presiden sudah diatu dalam Undang-Undang Pemilihan Umum No. 7 Tahun 2017 khusunya pada pasal 169 huruf n dan pasal 227 huruf i.

Paloh mengatakan, “Pertama tergantung pada keputusan Makamah Konstitusi (MK), hal itu adalah hal paling mendasar. Jika MK mengatakan tidak, mana mungkin ada susuatu yang harus dilanggar. Tetapi jika MK memperbolehkan dan Jusuf Kalla kembali maju, maka sudah dipastikan akan ada tahapan yang harus ditempuh yaitu siapa calon presiden yang akan mendampingi Jk nantinya. Hal ini pasti akan disadari olehnya, jika beliau maju tentunya akan maju mendampingi siapa, saya pikir kalau mendampingi Jokowi pasti akan meminta persetujuan dari Pak Jokowi dulu.

MK sudah menerima permohonan uji materi (judicial review) UUD No.7 tahun 2017 mengenai Pemilu. Gugatan diajukan oleh pihak yang merasa adanya ganjal dengan pasal 169 Huruf n dan pasal 227 huruf i tentang masa jabatan pencalonan Presiden dan Wakil Presiden.

Dikaitkan dengan UUD tersebut JK sudah menjabat sebagai calon presiden sebanyak dua kali. Pertama saat masih berada dalam kepemimpinan Presiden SBY dan kedua ini dalam kepemimpinan Jokowi.

Permohonan Maaf Ratna Sarumpaet Tentang PT. Dirghantara Indonesia

Seniman Indonesia yang banyak mengeluti dunia pannggung teater, Ratna Sarumpeat mengaku bersalah dan meminta maaf sudah menebar berita Hoax mengenai PT. Dirgantara Indonesia. Dalam akun media sosial twitter miliknya sendiri @RatnaSpeat, dia menuliskan yang mengatakan kalau PT.Dirgantara Indonesia telah dijual ke RRC.

Berikut cuitan dalam akun Twitter miliknya @RatnaSpeat,
“BERITA DUKA TERBODOH” telah ditanda tangani pelunasan pembayaran dari RRC kepada pemerintahan RI awal April 2017 oleh presiden @jokowi (Disetujui ditandatangani Ket KPK, ket DPR, ket Dewan Pertimbangan Presiden) maka kepemilikan PT. Dirgantara Indonesia kini berpindah tangan ke tangan pemerintahan RRC.

Postingan dari akun twiter milik Ratna Sarumpaet @RatnaSpeat

Postingan tersebut pun mendapat respon dari PT. Dirgantara Indonesia. Perusahaan tersebut menegaskan bahwa kabar yang menyatakan PT. Dirgantara Indonesia telah dijual ke China adalah berita HOAX dan tidak benar. Perusahaan besar tersebut dalam akun media sosial twitternya menuliskan,
“Pemberitaan mengenai PT. Dirgantara Indonesia (Persero) dijual kepihak asing. Kami nyatakan HOAX. Berita ini adalah berita bohong yang berulang dari tahun 2017”

Postingan dari akun twiter milik perusahaan PT. Dirgantara Indonesia @officialptdi

Setelah menebar kabar HOAX tersebut, Ratna Sarumpeat meminta maaf kepada Netizen setelah meminta maaf, Ratna meminta kepada Presiden Jokowi untuk segera melunasi janji tentang kampanye yang menurutnya masih nihil dan menyusahkan rakyat. Berikut cuitannya dalam akun twiter miliknya sendiri,
“Baik. Kpd semua pihak yg mrs terganggu/dirugikan – sy MINTA MAAF krn tlh dgn teledor d tanpa sengaja menebar brita hoax ttg PT. Dirghantara Indonesia >> Skrng, sy juga meminta sdr @ajiesandro11 mengingatkan pak @jokowi ttg semua janji kampanyenya y msh nihil d menyusahkan Rakyat”

Postingan Permintaan Maaf kepada PT. Dirgantara Indonesia dari akun twiter milik Ratna Sarumpaet @RatnaSpeat