Pembukaan Asian Games 2018 Akan Lebih Mewah Dengan Menonjolkan Unsur Kebudayaan Indonesia

Pembukaan Asian Games 2018 yang akan diselenggarakan pada 18 Agustus nanti akan menjadi sebuah pembukaan termewah dengan lebih menonjolkan kebudayaan Indonesia yang akan dibalut dengan unsur teknologi.

Upacara pembukaan Asian Games 2018 ini akan dilangsungkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan. Persiapan untuk menyambut perhelatan akbar tersebut sudah dipersiapkan guna memuat acara tersebut sukses dan berjalan lancar.

Tidak ingin menampilkan sebuah acara yang biasa-biasa saja, panitia penyelenggara Asian Games akan sudah melakukan persiapan pada hari Selasa, 15 Mei 2018 dimalam hari. GBK akan ditata dengan indah dengan memindahkan rumput terlebih dulu kemudian panggung serta para pengisi acara.

Herty Purba selaku Deputi II Departemen Seremoni menjelaskan bahwa tema dalam Pembukaan Asian Games ini adalah Energy Of Asia sedangkan untuk konsepnya lebih menonjoklkan kebudayaan Indonesia.

Saat dijumpai di Wisma Serbaguna Senayan, Herty mengatakan, “Rata-rata pada setiap olimpiade menggunakan konsep Cultural tetapi kebudayaan yang ditampilkan nanti tersebut akan dikemas dengan teknologi yang mewah.” Herty hanya menjelaskan secara inti saja dan membiarkan Wishnutama selaku Creative Director yang akan menjelaskan itu secara detail.

Herty menambahkan, pada bulan Juli nanti semua akan dikumpulkan guna untuk melakukan latihan, terdapat ribuan penari yang tergabung dengan koreografer handal, Deni Malik dan Eko Suprianto. Dan saat acara Countdown Asian Games, sebanyak 300 drone akan diterbangkan diatas Monas. Memang hal tersebut dianggap tidak akan cocok jika dilakukan di SUGBK tapi dirinya akan menjanjikan sesuatu yang istemewa saat upacara pembukaan nanti.

Saat upacara penutupan nanti tidak akan ada penggung megah karena sifatnya merayakan dan hanya melibatkan artis lokal dalam acara penutupan nantinya, tutup Herty tanpa adanya penjelasan yang lebih jelas.

Masduki Baidlowi Beharap DPR Segera Selesaikan Revisi UU Antiterorisme

Jakarta, Selasa, 15 Mei 2018, dikantor MUI Masduki Baidlowi selaku ketua MUI dari Bidang Informasi dan Komunikasi mengatakan Revisi yang akan dilakukan tersebut bisa dikatakan adalah sebuah keterlambatan jadi diharapkan untuk segera diselesaikan revisi Undang-Undang Terorisme tersebut.

Majelis Ulama Indonesia sangat berharapa DPR RI segera bisa menyelesaikan rancangan untuk merevisi Undang-undang Terorisme. Untuk saat ini seperti yang kita ketahui bahwa Revisi Undang-Undang Terorisme masih menjadi sebuah pembahasan.

Seperti yang yang kita ketahui, Revisi Undang – Undang No.25 tahun 2003 berisi tentang Pemberantas Tindak Pidana Terorisme. Revisi tersebut dianggap penting dan harus segera diselesaikan karena dianggap sebagai dasar hukum untuk menindak para pelaku terorisme.

MUI juga memberikan peringatan kepada aparat penegak hukum untuk tidak sembarangan melakukan penindakan jika undang-undang tersebut sudah selesai di revisi nantinya dan jangan disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Sebelumnya Presiden RI Jokowi meminta kepada DPR dan para menteri yang terkaitu untuk segera menyelesaikan revisi Undang-Undang Antiterorisme. Jokowi juga menjelaskan bahwa Revisi ini sudah diajukan oleh pemerintah kepada DPR sejak bulan Februari 2016 lalu.

Dengan demikian sudah dua tahun lamanya Revisi tersebut sudah diajukan dan diharapkan untuk segera diselesaikan dalam waktu secepatnya disidang selanjutnya pada tanggal 18 Mei mendatang.

Jokowi menekankan bahwa Revisi UU ini adalah sebuah Payung Hukum yang sangat penting untuk kepolisian untuk segera bisa menindaklanjuti dengan tegas para pelaku terorisme.