Gereja Dengan Jemaatnya Memakai Sorban dan Kerudung

Kristen Ortodoks Eithiopia memiliki cara beribadah yang uni dimana para jemaat pria memakai sorban sedangkan jemaar wanita memakai kerudung. Beberapa potret gereja dan para jemaatnya yang memakai Sorban dan Kerudung:

  1. Pembangunan Gereja Santo Giogris didirikan oleh Kaisar Ethiopia yaitu Gebre Mesqel Lalibela. Dia ingin mendirikan tempat alternatif ziarah untuk umat Kristen Ortodoks Ethipia karena saat kepemimpinannya, umat muslim masih menguasai kota Jerusalem.

  2. Penampakan Aristekstur Gereja Santo Giogis di Lalibela. Untuk kita ketahui sampai abad ke-13, Lalibela adalah ibu Kota dari Ethiopia. Diperlukan waktu yang lama yaitu 20tahun untuk bisa membentuk bangunan yang menjadi Warisan Dunia versi Unesco.

  3. Kristen Ortodoks Ethiopia merupakan salah satu aliran agama kristen tertua di benua Afrika yang berpusat di Lalibela, sekitar 340km sebelah utara ibu kota Ethiopia, Addis Ababa. Terdapat sebanyak 11 gereja tua di Lalibela. Setiap gereja didirikan dengan unik karena dibangun didalam lereng gunung dan salah satunya Gereja Santo Giogris yang dibangun pada abad ke-12.

  4. Jemaat dari Gereja Kristen Ortodoks Ethiopia ikhlas melakukan napak tilas sejauh ratusan kilometer (km) untuk bisa sampai di Lalibela saat Minggu Palem. Tampak difoto tersebut sedang dilakukannya proses Baptis kepada anak dari salah satu jemaat.

  5. Romo Wedaj, selaku kepala Gereja Santo Giogris di Lalibela. Difoto tersebut tampak dirinya sedang melakukan pemberkatan untuk para umat yang baru saja tiba dari perjalanan napak tilas pada perayaan Paskah yang jatuh ditanggal 8 April versi kalender Otodoks.

  6. Seorang Biarawan Ethiopia terlihat sedang membaca Injil sambil bersandar ditembok Biara Santa Maria di Axum.

  7. Seorang Biarawati dari Gereja Santa Maria di Axum sedang berjalan didekat Karpet Merah disekitaran Gereja menjelang perayaan hari Paskah.

  8. Para umat Gereja Kristen Ortodoks Ethiopia hadir dalam perayaan diluar Gereja Santa Maria atau yang biasa dikenal oleh umatnya dengan sebutan Bete Maryam

Keindahan Alam Perth di Australian Barat

Perth dikenal dengan kindahan alamnya, terutama saat Sunset atau matahari terbenam serta atmosfer yang indah dan menyejukan. Saat berada di Perth nikmatilah pemandangan perkotaan dari Kings Park, setelah itu jangan lupa untuk menyiapkan bekal untuk berpiknik di kebun Botanic Garden yang hijau.

Dan jangan lupa juga untuk meluangkan seharian waktu untuk menjelajahi Rottnest Islan dengan naik bus, segway, bersepeda ataupun berjalan kaki jika anda sangat hobi berjalan. Sesampainya disana jangan lupa untuk berenang dan berselancar dihamparan pantai dengan pasir putih, snorkeling bersama dengan ikan tropis dan juga terumbu karang.

Tak lupa juga untuk berfoto dengan Quokka. Seperti yang diketahui Quokka merupakan hewan yang menjadi penghuni tetap dipulau ini

Tidak ketinggalan untuk menikmati pemandangan indah dari Sungai Swan dan pesona kota-kota ditepi pantai di Perth. Setelah itu bisa juga kita telusuri Sungai Swan yang berwarna biru yang mengalir ke Pelabuhan Fremantle yang memesona.

Selain keindahan alam Swan River di Perth, kita juga bisa menikamti keindahan pantai yang terletak dikawasan Coral Coast dengan kehidupan lautnya yang eksotis dan cagar alamnya serta samudera paling biru didunia. Tidak hanya itu wisatawan juga akan terpesona dengan Hutt Lagoonnya yang berwarna pink.

Sebagai tujuan negara barat terdekat, bisa dikatakan Autralia Barat khususnya Perth mampu memberikan pengalaman serta gaya hidup untuk bisa kita coba keindahannya. Terbang dari Indonesia menuju Perth, Wisatawan hanya perlu menempuh waktu kurang lebih 4.5 jam.