Erupsi Kembali Status Gunung Agung Siaga 3

Eruption Back Status Mount Agung Alert 3

Mount Agung Bali again erupted on Thursday (5/7/2018) at 12:20 pm. The eruption was the biggest eruption of the past week. according to data from the Center for Volcanology and Geological Hazard Mitigation (PVMBG) eruption occurred for 8 minutes and caused small earthquakes around its territory.

The eruption that occurred at that time caused the mountain to re-burst volcanic ash, at this time the volcanic ash appears burst as high as 2,500 meters in count from the highest peak of Mount Agung. During the day (7/7/2018) recorded Mount Agung experienced 3 times the eruption but the biggest is at 12:20 pm.

Until now the Status of Mount Agung remains Standby 3, and residents in larang approaching or doing any activity around a distance of 4 kilometers in count from the summit of Mount Agung. The ban may extend its distance if Mount Agung continues to erupt.

After the status of Mount Agung was announced, the residents around the slopes began to evacuate and evacuate to several evacuation sites that have been provided. Noted there are 122 residents who have inhabited the evacuation sites that have been provided. The government has also provided assistance to the refugees, the helpers are medics, food, clean water, milk, and tents that are comfortable for the refugees.

Until now there is no certainty until the time when the refugees will remain at that location. According to data from the Center for Volcanology and Geological Hazard Mitigation (PVMBG) Eruption from Mount Agung will last for several weeks.

 

Aktifitas Gunung Agung Yang Masih Sebatas Gas Dan Abu Vulkanik

Listsituspokeronline.comĀ – Aktifitas Gunung Agung yang dalam beberapa hari ini sedang aktif masih terlihat sebatas gas dan abu vulkanik yang terus menerus dikeluarkan dari puncak gunung. Ketinggian gas dan abu yang dihembuskan oleh Gunung Agung tercatat mencapai 1.500-2.500 meter dari puncak gunung sebagaimana yang disebutkan oleh kepala Sub Bidang Mitifasi Gunung Api Wilayah Timur, PVMBG, Devy Kamis Syahbana.

Sejak hari Kamis (28/06/2018) malam dan hari Jumat (29/06/2018) dini hari, pantauan terhadap aktifitas Gunung Agung mulai terlihat adanya material Lava Segar didalam kawah dengan cahaya sinar api yang terlihat dibagian atas kawah sekitar pukul 05.00 wita. Meski demikian, sekitar pukul 06.00-12.00 wita terlihat aktifitas Gunung Agung masih didominasi oleh asap dan abu vulkanik yang terlihat mencapai ketinggian 1.500 meter diatas puncak gunung dan masih ada beberapa kali gempa frekuensi kecil yang terjadi.

Gempa frekeunsi rendah yang terjadi sejak tanggal 25 Juni 2018 kemarin memang mengalami peningkatan dimana pada tanggal 28 Juni 2018 tercatat setidaknya terjadi 69 kali gempa dalam sehari. Gempa berfrekeunsi rendah tersebut terjadi sekitar pukul 14.00wita hingga 04.00 wita tanggal 29 Juni 2018 dan pada 12.00wita, aktifitas Gunung Agung didominasi oleh gempa beserta hembusan asap dan abu vulkanik.

Secara ilmu geokimia, gas magmatik SO2 tercatat terakhir kali sebelum terjadi erupsi pada bulan Juni 2018 tercatat memiliki fluks sebanyak 200 ton perhari. Sedangkan catatan satelit termal yang merekam titik panas didalam kawah Gunung Agung pada tanggan 29 Juni 2018 kemarin memiliki energy termal mencapai 819 Megawatt dan ini adalah titik energti ternal paling besar yang pernah terekam dari Gunung Agung sepanjang 2017-2018.

Erupsi yang terjadi terhadap Gunung Agung disimpulkan berada pada tingkat status level 3 atau level siaga, untuk itu masyarakat khususnya yang tinggal disekitar Gunung Agung serta para wisatawan yang mengunjungi salah satu wisata alam di Bali tersebut diminta untuk tidak melakukan pendakian di area gunung dan wajib untuk menghindari seluruh area sekitar radius 4 km dari Gunung Agung.