Arsip Tag: Real Madrid

Zinedine Zidane Bisa Menyamai Rekor Dari Eks Manager United

Luca Modric pernah bermain dengan beberapa pelatih yang berbeda di Real Madrid. Tetapi pesepakbola asal Kroasia ini menganggap bahwa sang manager El Real, Zinedine Zidane memang sangatlah istimewa dan tidak tertandingi.

Zidane memang dianggap sebagai pelatih yang tidak tertandingi di Real Madrid. Dengan keadaan tersebut membuat Modric berpendapat bahwa Zidane mampu menjadi Sir Alex Ferguson atau Arsene Wenger tetapi versi Los Blancos.

Santiago Bernabeu tidak menjadi tempat terkenal sebagai tempat para pelatih untuk menghabiskan waktu yang lama. Klub besar raksasa dari ajang La Liga tersebut selalu melihat kedepan tetapi dengan pandangan mereka yang ditetapkan untuk mengakuisisi “Galacticon” selanjutnya didalam dan diluar lapangan.

Zidane sudah mengalami masa dimana Real Madrid sebagai pemain dan manager. Reputasi pria asal prancis ini juga sangat membanggakan dan tidak pernah mengecewakan klub yang dinaunginya.

Dua gelar ajang domestic dan tiga gelar mahkota ajang Liga Champios sudah berhasil diamankan saat berada dibawah kepelatihannya. Modric percaya bahwa pemenang Piala Dunia ini bisa meniru ataupun mengikuti cara manajer hebar asal Manchester United dan Arsenal jika dirinya memutuskan untuk tetap bertahan di Real Madrid.

Modric memiliki pandangan berbeda tentang pelatih-pelatih yang sudah pernah dia ikuti didelapan tahunnya bersama dengan Real Madrid. Salah satunya, Jose Mourinho merupakan kunci dalam hal perengkrutannya sebagai pemain di Real Madrid.

Kepada media El Partisazo de Cope, Modric berkata,  “Saya meminta maaf karena saya hanya bisa bertahan selama setahun. Saya akan selalu berterima kasih sepenuhnya kepada Mourinho karena telah mempercayakan saya untuk bisa berada di Real Madrid. Dirinya adalah pelatih yang tangguh dan kuat tetapi dirinya selalu jujur dan mengatakan kebenaran dihadapan anda”.

Beberapa lalu, Modirc mengaku bahwa dirinya tidak ingin pindah dari klub dan tetap ingin menuntaskan karir sepakbolanya di Real Madrid. Walaupun demikian, dirinya tetap menyerahkan keputusannya yang nantinya akan diambil oleh sang managemen El Real.

Gelandang asal Kroasia ini mulai berkarir di El Real sejak Agustus 2012. Diawal karirnya bersama El Real memanglah sangat diragukan namun dirinya berhasil memperlihatkan peran pentingnya di lini tengah Real Madrid.

Real Madrid Menang Atas Unionistas di Copa del Rey 3-1

Real Madrid Menang Atas Unionistas di Copa del Rey 3-1

Real Madrid membuat kerja keras dari kemenangan 3-1 atas Unionistas de Salamanca yang beruntung di babak 32 Copa del Rey pada Rabu (22/1). Tim Zinedine Zidane membuka skor dalam 20 menit ketika Gareth Bale mencetak gol Madrid pertamanya sejak 1 September, menyelesaikan izin buruk dari pertahanan dan menyelinap voli di pos dekat untuk mengalahkan Brais Pereiro.

Setelah pertandingan, Zidane mengatakan: “Sangat positif, tetapi lapangan tidak membantu. Kami berperilaku baik melawan tim Divisi B Kedua yang bermain sangat langsung. Kami mengendalikan bola kedua, umpan silang. Hal yang baik bagi kami adalah bahwa Levelnya sangat bagus, terutama intensitasnya.

“Kami tahu itu pertandingan yang sulit di stadion kecil. Tapi itu Copa del Rey dan yang kami inginkan adalah melewati atau setidaknya mencoba. Pada akhirnya kami memenangkan pertandingan.”

Tidak mengherankan, Madrid mendominasi penguasaan bola, tetapi tim La Liga, yang hanya membuntuti Barcelona di tempat pertama dengan selisih gol, gagal menemukan gol lagi ketika babak pertama berakhir 1-0.

Alvaro Romero mencetak gol penyeimbang berkelas untuk tim tuan rumah setelah masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-55, menggiring bola sepanjang jalan dari lini tengah sebelum memotong ke kiri dan melengkung tembakan di atas lengan Alfonse Areola yang terulur di gawang Madrid.

Kegembiraan suporter tuan rumah hanya berumur pendek, ketika Real Madrid mengambil alih kepemimpinan tepat setelah satu jam berkat gol bunuh diri Unionistas yang dipaksa oleh gerakan agresif di sayap kiri.

Real seharusnya dengan mudah mencetak lebih banyak saat pertandingan dimainkan, tetapi beberapa penjaga gawang yang luar biasa dari Pereiro dan beberapa pantulan yang sial sebelum Brahim Diaz mencetak gol di penghentian babak kedua untuk mencapai scoreline terakhir.

“Aku senang dengan apa yang dilakukan Brahim,” kata Zidane. “Dia memberi kita gol dan kemenangan. Itu yang selalu saya katakan, ‘ketika giliran seseorang, cobalah untuk melakukannya dengan baik.'”

Madrid bukan satu-satunya tim yang maju ke babak 16 besar di Copa del Rey pada hari Rabu. Barcelona membutuhkan dua gol di babak kedua dari Antoine Griezmann untuk mengalahkan Ibiza tingkat ketiga untuk memesan perjalanan ke babak berikutnya

real madrid

Zinedine Zidane Mengawali Debut Pertamanya Dengan Mengalahkan Celta Vigo

Zinedine Zidane mengawali debut pertamanya saat kembali menjadi pelatih Real Madrid dengan hasil yang sangat memuaskan. Dalam laga pertandingan lanjutan pekan ke-28 La Liga 2018/19, Real Madrid menjamu  Celta Vigo dalam pertandingan yang di adakan di Santiago Bernabeu pada hari Sabtu (16/03/2019) waktu setempat. Dalam laga tersebut Real Madrid berhasil mencetak 2 gol untuk memenangkan pertandingan tersebut.

Dengan strategi yang di atur Zinedine Zidane, terlihat para pemain Real Madrid tidak mengalami kesulitan apapun dalam pertandingan tersebut. Terlihat Real Madrid lebih bermain santai serta memanfaatkan peluang yang ada dan berhasil mencetak gol.

Pada pertandingan ini Isco yang sebelumnya sudah sangat lama tidak di turunkan oleh Santiago Solari akhirnya di berikan kesempatan untuk bermain penuh dalam pertandingan tersebut oleh Zinedine Zidane. Isco yang memiliki kesempatan untuk bermain tentunya tidak membuang sia-sia kesempatan yang ia dapatkan, Isco berhasil mencetak 1 buah gol terlebih dahulu ke gawang Celta Vigo, dan gol lainnya di cetak oleh Gareth Bale.

Isco dan Gareth Bale sepertinya akan menjadi salah satu pemain andalan dari Zinedine Zidane dalam setiap pertandingan yang akan di lewati oleh Real Madrid kedepannya. Ketelitian Zinedine Zidane dalam memposisikan para pemain membuat Zinedine Zidane berhasil memenangkan 3 kali berturut-turut Liga Champions sebelumnya, dan hal itulah yang akan di manfaatkan oleh Zinedine Zidane dalam pertandingan pertandingan selanjutnya.

zidane

Zinedine Zidane Mengatakan Alasan Untuk Dirinya Kembali

Zinedine Zidane mengatakan kepada media kenapa alasan dirinya bersedia untuk segera menerima tawaran dari Real Madrid lagi setelah dirinya sudah meninggalkan Santiago Bernabeu pada musim yang lalu.

Hasil buruk yang di capai oleh Real Madrid membuat para petinggi dari Real Madrid melakukan rapat panjang dan membuat keputusan yang sangat tegas yaitu dengan cara memecat sang pelatih, Santiago Solari dari kursinya.

Sebagai penggantinya mereka segera melakukan negosiasi dengan Zinedine Zidane, walaupun beberapa kali sebelumnya Zinedine Zidane sudah menolak tawaran tersebut namun pada kali ini Zinedine Zidane sepertinya luluh dan menyetujui tawaran dari Real Madrid.

Zinedine Zidane merupakan bekas pelatih dari Real Madrid yang berhasil mendapatkan juara 3x berturut-turut dalam Liga Champions. Kali ini pelatih asal Prancis tersebut akan di kontrak sampai 30 juni 2022 mendatang.

Zinedine Zidane telah pergi meninggalkan Real Madrid selama delapan bulan terhitung sejak dia melakukan pengunduran diri.  Zinedine Zidane pada akhirnya melakukan keputusan untuk kembali melatih di Real Madrid.

Pria yang telah berusia 46 tahun itu pun akhirnya membeberkan alasannya kepada media kenapa ia menerima tawaran dari Real Madrid, terdapat dua alasan yang membuat Zinedine Zidane bersedia kembali.

“Saya pada akhirnya kembali di karenakan presiden Real Madrid, Florentino Perez memohon kepada saya dan alasan lainnya adalah saya mencintai Real Madrid maka dari itu, saya ada di sini untuk mereka,” ujar Zidane.

“Setelah kepergian saya selama delapan bulan, saya ingin segera melatih, dan saya pada akhrinya membuat suatu keputusan demi kebaikan semua orang” kata Zidane.

Apakah Yang Terjadi Bila Sergio Ramos Di Pecat Real Madrid

Apakah Yang Terjadi Bila Sergio Ramos Di Pecat Real Madrid

Saat Real Madrid tersingkir dari ajang Liga Champions setelah mengalami kekalahan dari Ajax Amsterdam dengan skor telak 1-4, terjadi cekcok mulut antara Sergio Ramos dengan Florentino Perez (Presiden Real Madrid). Di dalam ruang ganti pemain Sergio Ramos terlibat pertengkaran yang hebat dengan Florentino Perez yang pada akhirnya berbuntut panjang.

Sang Presiden Real Madrid yang memasuki ruang ganti pemain langsung memarahi semua pemain di dalam ruang ganti tersebut, dan hal tersebut membuat sang kapten berang dan akhirnya terlibat percekcokan yang panjang dan kemudian sang kapten pun mengancam Florentino Perez dengan mengatakan “Bayar Saya dan Kemudian Saya Akan Pergi Dari Sini”.

Akibat ancaman dari Sergio Ramos, para petinggi dari Real Madrid langsung melakukan rapat besar-besaran sampai jam 2 malam waktu itu. Di sebutkan bahwa nota dari rapat tersebut adalah bagaimana cara menaikan kemampuan dari Real Madrid kembali dan kemudian pemecatan terhadap 2 orang di dalam club tersebut.

2 orang yang akan di pecat adalah sang pelatih Santiago Solari dan Sergio Ramos yang telah mengancam Perez. Apabila Real Madrid memang benar ingin memecat Sergio Ramos maka mereka harus rela membayar mahal pemain tersebut.

Seperti yang telah di ketahui masa kontrak dari Sergio Ramos akan berakhir 2 musim kedepan dan apabila memang Perez ingin memecat Sergio Ramos maka dari itu mereka harus membayarkan 30 juta euro kepada sang pemain. Tentunya hal tersebut bukanlah hal yang sedikit walaupun itu merupakan Real Madrid.