Donald Trump & Kim Jong Un Sepakat Bertemu di Singapura

Donald Trump, Presiden Amerika Serikat bersama Kim Jong Un, Presiden Korea Utaraakhirnya sepakat akan melakukan pertemuan di Singapura tepatnya di Pulau Sentosa pada 12 Juni 2018 mendatang. Dan jika pertemuan antara kedua orang tersebut terlaksana maka pertemuan tersebut akan menjadi sebuah pertemuan pertama antara Presiden Amerika Serikat dengan Presiden Korea Utara.

Pada tahun 2009, Presiden AS Bill Clinton berkunjung ke Pyongyang dengan maksuk ingin membebaskan dua warga AS yang ditahan oleh Otoritas keamanan Korut. Korut dikabarkan sudah beberapa kali pertemuan dengan Presiden AS, tapi pertemuan itu tidak pernah terlaksana dikarenakan adanya isu senjata nuklir Korut.

presiden-amerika-serikat-donald-trump

presiden-amerika-serikat-donald-trump (Foto: Google)

Saat kampanye untuk pemilihan presiden As, Donald Trump beranggapan bahwa AS seharusnya harus lebih memperhatikan Korea Utara. Walaupun sebelumnya mengatakan Kim sebagai seorang yang maniak pada Mei 2016, Trump tetap menyatakan keinginan dan kesediaannya untuk bertemu dengan Kim.

Adapun pertemuan selanjutnya yang akan digelar di Pulau Sentosa ini akan menjadi sebuah babak baru untuk Kim Jong-un. Jong-un dianggap sebagai figur yang berpengaruh besar secara global.

Eks Editor Associated Press di Pyongyang, Jean Lee mengatakan, “Situasi ini berbeda dengan debutnya saat sebagai pemimpin Korut yang sudah kita lihat pada tahun 2010 dimana Kim tampil dengan masih berstatus ‘Bukan Siapa-siapa’, pewaris kekuasaan yang masih bertampang anak-anak”.

presiden-korea-utara-kim-jong-un

presiden-korea-utara-kim-jong-un (Foto: Google)

Dalam dua bulan terakhir ini, Kim sudah melakukan pertemuan dengan Presiden China, Xi Jinping dan Presiden Korea Selatan, Moon Jae In. Seiring dengan melakukan pertemuan dengan Donald Trump, Kim sudah diundang Vladimir Putin selaku Presiden Rusia dan akan melakukan pertemuan di Vladivostock pada bulan September setelah itu Presiden Suriah Bashar al-Assad juga sudah mengumumkan bahwa dirinya akan bertemu dengan Kim di Pyongyang.

Sebelumnya dikabarkan juga bahwa pertemuan Donald Trump dan Kim Jong-un nyaris dibatalkan. Pembatalan tersebut terjadi saat penasehat keamanan Gedung Putih, John Bolton mengeluarkan sebuah pernyataan yang melukai Korea Utara.

donald-trump-kim-jong-un

presiden-as-donald-trump-&-presiden-korut-kim-jong-un (Foto:Google)

Bolton mengatakan bahwa AS sebaiknya mendesak Korea Utara untuk mengatur ulang strategi mereka yang mendesak Libya untuk menghentikan seluruh program Nuklir saat era kepemimpinan Muammar Gaddafi.

Setelah Amerika Serikat mengirim pasukan perang ke Libya, Gaddafi diturunkan dari jabatannya dan tewas dibunuh oleh massa dijalanan. Namun Donald Trump terlalu dianggap terburu-buru meredahkan masalah tersebut dan menyatakan bahwa AS tidak akan menduduki Korut atau menjatuhkan Kim demi penghentian program Nuklir.

Pada 17 Mei 2018 lalu, Donald Trump mengatakan. “di Libya kami sudah menghancurkan negara itu karena memang sebelumnya tida ada kesepakatan dengan Gaddafi tapi untuk kali ini Saya berjanji tidak akan memperlakukan Korea Utara seperti Libya. Korut akan menjadi sebuah negara yang sejahtera”.